Loading...
Pengalaman LO PENAS XII Pendamping Kalbar: Serasa Mendapat Keluarga Baru
2026-06-27
Pengalaman LO PENAS XII Pendamping Kalbar: Serasa Mendapat Keluarga Baru

Keberhasilan dan kesuksesan penyelenggaraan perhelatan akbar Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII tentu tidak lepas dari peran vital serta kontribusi nyata para pendamping di lapangan. Salah satu bentuk dukungan krusial tersebut ditunjukkan dengan sangat baik oleh tim *Liaison Officer* (LO) atau naradamping yang secara khusus ditugaskan dari jajaran Inspektorat Daerah Provinsi Gorontalo. Tim ini mengemban tanggung jawab yang besar untuk mendampingi, memandu, dan melayani seluruh kebutuhan Kontingen yang berasal dari Provinsi Kalimantan Barat selama perhelatan acara berlangsung.

Inspektur Provinsi Gorontalo, Bapak Zukri Surotinojo, menjelaskan secara rinci bahwa persiapan yang matang telah dilakukan jauh hari sebelum kedatangan rombongan kontingen ke Bumi Serambi Madinah tersebut. Segala hal teknis yang berkaitan dengan aspek akomodasi dan mobilitas—seperti penentuan hotel yang nyaman bagi para pendamping, pemilihan *homestay* atau pemondokan yang berbaur dengan warga bagi para peserta utusan KTNA, hingga pengaturan armada transportasi yang akan digunakan sehari-hari—telah dikomunikasikan secara intensif dengan para pimpinan rombongan. Beliau menegaskan bahwa seluruh rangkaian persiapan tersebut dieksekusi secara terstruktur dan tertata rapi di bawah komando serta koordinasi langsung dari Sekretaris Inspektorat.

Lebih lanjut, pada hari Jumat, 26 Juni 2026, Zukri Surotinojo memaparkan betapa komprehensifnya tugas yang dijalankan oleh tim LO. Ia menyebutkan bahwa peran naradamping ini mencakup pendampingan melekat sejak momen penyambutan dan penjemputan rombongan saat pertama kali mendarat di Bandara Djalaludin Gorontalo. Tugas pengawalan ini terus berlanjut pada proses pengantaran peserta menuju hotel dan lokasi pemondokan masing-masing, memberikan respons cepat dan pelayanan prima setiap kali bantuan dibutuhkan di berbagai situasi, hingga akhirnya memastikan seluruh rangkaian proses pemulangan kontingen kembali ke kampung halaman mereka berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

Tugas mengawal tamu daerah ini rupanya tidak hanya sebatas kewajiban profesional, melainkan turut meninggalkan kesan emosional yang mendalam. Hal ini diungkapkan oleh salah satu anggota tim LO, Abdul Salam Dali, yang menilai bahwa tugas pendampingan ini merupakan sebuah pengalaman hidup yang sangat berharga. Melalui interaksi yang intens, ia merasa seolah-olah telah menemukan dan mendapatkan keluarga baru. Kehangatan yang tercipta selama berhari-hari telah menumbuhkan ikatan persaudaraan serta jalinan silaturahmi yang sangat erat antara dirinya dengan seluruh anggota kontingen asal Kalimantan Barat tersebut.

Sebagai bentuk penghargaan atas kinerja jajarannya, Zukri Surotinojo menyampaikan rasa bangganya. Ia secara khusus memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi tinggi, semangat pantang menyerah, serta keikhlasan luar biasa yang telah ditunjukkan oleh seluruh anggota Tim LO. Berkat kerja keras, keramahan, dan pelayanan sepenuh hati dari tim tersebut, kontingen Provinsi Kalimantan Barat dapat merasa nyaman, dihargai, dan terlayani dengan sangat maksimal sepanjang keikutsertaan mereka dalam ajang PENAS XVII di Gorontalo.

Komentar
Chat WhatsApp Museum